Top 10 JOESAFIRA blog dalam 7 hari ..


Apa itu Neobux? Klik Disini

Sejarah Pendidikan Islam
SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM

A. Masa Pertumbuhan dan Perkembangan Pendidikan Islam

Pada masa pembenaan pendidikan islam, yakni pada masa proses penurunan ajaran islam kepada Muhammad SAW dan prosees pembudayaannya berlangsung. Masa tersebut berlangsung sejak Muhammad menerima wahyu dan menerima pengangkatannya sebagai rasul.

Pendidikan islam berarti memasuki ajaran-ajaran islam kedalam unsur-unsur suatu bangsa arab pada masa itu, sehingga diwarnai oleh islam dalam pembinaan tersebut. Ada beberapa kemungkinan yang terjadi yaitu;

Adakalanya islam mendatangkan sesuatu unsur yang sifatnya memperkaya dan melengkapi unsur budaya yang telah ada, seperti Al-Qur’an. Didatangkannya Al-Qur’an oleh Nabi Muhammad SAW untuk dihafal dan dipelajari oleh umatnya pada masa itu adalah memperkaya sifat unsur budaya sastra arab yang pada masa itu diakui mempunyai tingkah laku yang tinggi.

  1. Islam mendatangkan ajaran baru yang belum ada sebelumnya untuk meningkatkan kesejahterean masyarakat dan meningkatkan perkembangan budayanya.
  2. Adakalanya islam mendatangkan ajaran yang sifatnya bertentangan dengan ajaran islam pada umumnya dibiarkan tetap berlaku dan berkembang dengan mendapatkan pengarahan-pengarahan seperlunya.
  3. Adakalanya islam mendatangkan suatu ajaran yang sifatnya meluruskan kembali nilai-nilai yang ada dalam kenyataan praktisnya telah menyimpang dari ajaran aslinya.
Dengan demikian terbentuklah satu pengaturan nalai dan budaya islam yang lengkap dan sempurna dalam ruang lingkupnnya yang sopan dan baik dari segi situasi dan kondisi maupun pada waktu perkembanan zaman. Setting tersebutlah yang diwariskan kepada generasi berikutnya, untuk dikembangkan secara kualitatif maupun kuantitatif.

Pendidikan islam pada masa pertumbuhan dan perkembangannya juga mempunyai dua sasaran yaitu;
  1. Generasi berikutnya adalah generasi penerus dan masyarakat yang lain yang belum menerima ajaran islam. 
  2. Kedua yaitu penyampaian ajaran islam dan usaha internalisasinya dalam masyarakat bangsa yang harus menerima didalam islam lazim disebut sebagai da’wah islam.
Tujuan dari pendidikan (da’wah) islam keluar tidak lain adalah untuk menyampaikan ajaran islam kepada masyarakat bangsa agar mereka menerimanya menjadi system hidup untuk menghadapi serangan dari luar dan sekaligus untuk memberikan pelajaran kepada mereka yang telah melakukan jihad terhadap utusan nabi Muhammad SAW . Suatu peristiwa penting sejarah pendidikan islam dimasa nabi Muhammad SAW wafat adalah peristiwa pemberontakan dari orang-orang murtad yang enggan membayar zakat, serta timbulnnya nabi-nabi palsu pada khalifah Abu Bakar. Para pemberontak tersebut adalah orang-orang yang baru masuk islam dan dengan sendirinya mereka belum mantap keislamannya. Untuk menghadapi pemberontakan tersebut Abu Bakar mengirimkan pasukan yang terdiri dari para sahabat.

Untuk menjaga agar Al-Qur’an jangan sampai hilang, maka penulisan Al-Qur’an pada zaman nabi belum tersusun sesuai dengan hafalan para sahabat ditulis kembali dan dijadikan suatu mushab.

B. Pusat-Pusat Pendidikan Islam

Pelaksanaan pembinaan pendidikan islam pada zaman nabi dapat dibedakan menjadi dua tahap, baik dari segi waktu dan tempat penyelenggaraan, maupun dari segi isi dan materi pendidikannya, yaitu;
  1. Tahap/fase Mekkah, sebagai fase awal pembinaan pendidikan islam,dengan mekkah sebagai pusat pembinaannya, dan
  2. Tahap/fase Madinah, sebagai fase lanjutan (penyempurnaan) pembinaan/pendidikan islam dengan madinah sebagai pusat pembinaannya. Peristiwa hijrah telah membedakan kedua fase tersebut.
1. Pelaksanaan pendidikan Islam di Mekkah

Kebijakan nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan ajaran islam yang demikian itu,berdasarkan berdasarkan petunjuk langsung dari Allah. Sebagaimana firman Allah;

213. Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) Tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu Termasuk orang-orang yang di'azab.
214. Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat,
215. Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, Yaitu orang-orang yang beriman.
216. Jika mereka mendurhakaimu Maka Katakanlah: "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan";

Dan keadaan itu berlangsung lebih sampai dengan tiga tahun, sampai akhirnya turun petunjuk dan perintah dari Allah, agar Nabi memberikan pendidikan dan seruannya secara terbuka. Dengan turunnya perintah tersebut maka mulailah Muhammad memberikan pengajaran kepada umatnya secara terbuka dan meluas, bukan hanya dilingkungan kaum keluarga dikalangan penduduk Mekkah, tetapi juga penduduk diluar Mekkah terutama mereka yang datang ke Mekkah, baik dalam rangka ibadah haji maupun dlam rangka perdagangan. Dengan demikian, tantangan yang dihadapi oleh Nabi Muhammad SAW pun semakin besar pula.

Sebagaimana dikemukakan, bahwa Nabi Muhammad SAW dalam melaksanakan tugas kerasulannya, berhadapan dengan nilai-nilai warisan Ibrahim yang telah banyak menyimpang dari yang sebenarnya. Inti dari warisan tersebut adalah ajaran tauhid. Tetapi ajaran tersebut dalam budaya yang dihadapi oleh Nabi Muhammad, telah pudar dalam budaya masyarakat bangsa arab jahiliyah. Penyembahan berhala dan perbuatan ajaran-ajaran syirik lainnya telah menyelimuti ajaran tauhid. Inilah tugas Muhammad, yaitu untuk memancarkan kembali sinar tauhid dalam hidup umat manusia umumnya, dan yang pertama-tama yang dihadapinya adalah kehidupan bangsa arab pada masanya. Muhammad memperoleh kesadaran dan panghayatan yang mantap tentang ajaran tauhid,yang intisarinya adalah sebagaimana tercermin dalam surat Al-Fatihah. Itulah intisari dari ajaran tauhid yang dibawa Muhammad yang akan dididikan oleh umatnya.

Mahmud Yunus,dalam bukunya Sejarah Pendidikan Islam menyatakan bahwa pembinaan pendidikan islam pada masa ini meliputi;
  • Pendidikan keagamaan, yaitu hendaklah dengan membaca nama Allah semata-mata, jangan mempersekutukannya dengan nama berhala,karena Tuhan itu Maha Besar dan Maha Pemurah,sebab itu hendaklah dieyahkan berhala itu sejauh-jauhnya.
  • Pendidikan akhliyah dan ilmiyah, yaitu mempelajari kejadian manusia dari segumpal darah dan kejadian alam semesta
  • Pendidikan akhlak dan budi pekerti, Nabi Muhammad SAW mengajar sahabatnya agar berakhlak baik sesuai dengan ajaran tauhid.
  • Pendidikan jasmani (kesehatan), yaitu mementingkan kebersihan pakaian, badan dan tempat kediaman.
2. Pelaksanaan Pendidikan Islam di Madinah

Hijrah dari Mekkah ke Madinah bukan hanya sekedar berpindah dan menghindari diri dari tekanan dan ancaman kaum Quraisy dan penduduk mekkah yang tidak ingin menghadapi pembaharuan terhadap ajaran nenek moyang mereka, tetapi juga mengandung maksud untuk mengatur potensi dan menyusun kekuatan dalam menghadapi tantangan-tantangan lebih lanjut, sehingga nanti akhirnya terbentuk masyarakat baru yang nantinya bersinar kembali mutiara tauhid warisan Ibrahim yang akan disempurnakan oleh Muhammad SAW melalui wahyu Allah.

Tetapi ternyata lingkungan yang baru tersebut,bukanlah lingkungan yang betul-betul baik yang tidak menimbulkan permasalahan. Di Madinah Nabi Muhammad SAW menghadapi permasalahan-permasalahan yang baru. Beliau menghadapi permasalahan bahwa umatnya terdiri dari dua latar belakang kehidupan kelompok yang berbeda, yaitu;
  1. Mereka yang berasal dari Mekkah yang disebut dengan kaum Muhajjirin,dan
  2. Merupakan penduduk asli yang disebut kaum ansor. Melihat kenyataan tersebut, beliau mengatur dan menyusun segenap potensi yang ada dalam lingkungannya, memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dengan menggunakan potensi dan kekuatan yang ada, dalam rangka menyusun masyarakat yang baru yang terus berkembang, yang mampu menghadapi segenap tantangan dan rintangan yang berasal dari luar dengan kekuatan sendiri.
Kalau periode Mekkah ciri pokok pembinaan pendidikan islam adalah pendidikan tauhid, maka pada periode madinah ini ciri pokok pembinaan pendidikan islam dapat dikatakan sebagai pendidikan sosial dan politik. Tetapi sebenarnya antara dua ciri tersebut bukanlah merupakan dua hal yang dipisahkan satu dengan yang lain. Kalau pembinaan pendidikan di Mekkah titik pokoknya adalah menanamkan nilai-nilai tauhid kedalam jiwa tiap individu muslim, agar dari jiwa mereka terpancar sinar tauhid dan tercermin dalam perbuatan dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan pembinaan pendidikan di Madinah pada hakikatnya ialah merupakan lanjutan dari pendidikan tauhid di Mekkah, yaitu pembinaan di bidang pendidikan sosial dan politik agar dijiwai oleh ajaran tauhid, sehingga akhirnya tingkah laku sosial politiknya merupakan cermin dan pantulan sinar tauhid tersebut.
Category:

4 komentar:

holik mengatakan...

zipzzzz blognya

Deka P mengatakan...

masya allah,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
blogy ajiiiib

fathurrohmanaji mengatakan...

Blognya Bagus

Anonim mengatakan...

jayyid

:10 :11 :12 :13 :14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21 :22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29 :30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37 :38 :39

Poskan Komentar

Komentar anda sangat penting bagi kami, silahkan berkomentar sesuai dengan isi judul postingan. Komentar yang berbau sara atau pornografi akan kami hapus. Buatlah diri anda senyaman mungkin di blog kami. Terimakasih..!