Top 10 JOESAFIRA blog dalam 7 hari ..


Apa itu Neobux? Klik Disini

Riwayat Hidup Hasan Hanafi
HASAN HANAFI

A. Riwayat Hidup

Hassan Hanafi lahir di Kairo, 13 Februari 1935, dari keluarga musisi. Pendidikannya diawali di pendidikan dasar, tamat tahun 1948, kemudian di Madrasah Tsanawiyah ‘Khalil Agha’, Kairo, selesai 1952. Selama di Tsanawaiyah ini, Hanafi sudah aktif mengikuti diskusi - diskusi kelompok Ikhwanul Muslimin, sehingga tahu tentang pemikiran yang dikembangkan dan aktivitas - aktivitas sosial yang dilakukan. Selain itu, ia juga mempelajari pemikiran Sayyid Quthub tentang keadilan sosial dan keislaman. Tahun 1952 itu juga, setamat Tsanawiyah, Hanafi melanjutkan studi di Departemen Filsafat Universitas Kairo, selesai tahun 1956 dengan menyandang gelar sarjana muda, terus ke Universitas Sorbone, Prancis.

Pada tahun 1966, ia berhasil menyelesaikan program Master dan Doktornya sekaligus dengan tesis ‘Les Methodes d’Exegeses : Essei sur La Science des Fondament de La Conprehension Ilmu Ushul Fiqh’ dan desertasi ‘L’Exegese de la Phenomenologie, L’etat actuel de la Methode Phenomenologie et son Application au Phenomene Religiux’.

Karier akademiknya dimulai tahun 1967 ketika diangkat sebagai Lektor, kemudian Lektor Kepala ( 1973 ), Profesor Filsafat ( 1980 ) pada jurusan Filsafat Universitas Kairo, dan diserahi jabatan sebagai Ketua Jurusan Filsafat pada Universitas yang sama. Selain itu, Hanafi juga aktif memberi kuliah dibeberapa negara, seperti di Perancis ( 1969 ), Belgia ( 1970 ), Temple University Philadelpia AS ( 1971 - 1975 ), Universitas Kuwait ( 1979 ) dan Universitas Fez Maroko ( 1982 - 1984 ). Selanjutnya, diangkat sebagai guru besar tamu pada Universitas Tokyo ( 1984 - 1985 ), di Persatuan Emirat Arab ( 1985 ), dan menjadi penasehat program pada Universitas PBB di Jepang ( 1985 - 1987 )

Disamping dunia akademik, Hanafi juga aktif dalam organisasi ilmiah dan kemasyarakatan. Aktif sebagai sekretaris umum Persatuan Masyarakat Filsafat Mesir, anggota Ikatan Penulis Asia - Afrika, anggota Gerakan Solidaritas Asia - Afrika dan menjadi wakil presiden Persatuan Masyarakat Filsafat Arab. Pemikirannya tersebar di dunia Arab dan Eropa. Tahun 1981 memprakarsai dan sekaligus sebagai pimpinan redaksi penerbitan jurnal ilmiah Al-Yasar al - Islamî. Pemikirannya yang terkenal dalam jurnal ini sempat mendapat reaksi keras dari penguasa Mesir saat itu, Anwar Sadat, sehingga menyeretnya dalam penjara.

B. Kondisi Sosial

Hanafi lahir dan dibesarkan dalam kondisi masyarakat Mesir yang penuh pergolakan dan pertentangan. Dari sisi sosial politik, saat itu terdapat dua kelompok ekstrem yang saling berebut pengaruh. Pada sayap kiri ada partai komunis yang samakin kuat atas pengaruh Sovyet diseluruh dunia. Kemenangan Sovyet selama perang dan dikukuhkannya perwakilan Sovyet di Kairo ( 1942 ) merangsang minat kalangan mahasiswa dan kaum muda untuk belajar komunisme. Sementara di sayap kanan, ada Ikhwanul Muslimin, didirikan Hassan Al - Banna tahun 1929 di Ismailia yang pro - Islam dan anti Barat.

Kelompok ini memiliki sejumlah besar pengikut, termasuk Hanafi sendiri pada awalnya. Pengaruhnya yang kuat tidak hanya di Mesir tetapi sampai juga di luar Mesir termasuk di Indonesia akhir - akhir ini..Pemerintah Mesir sendiri ambil bagian dalam pergolakan tersebut, dengan melakukan pembersihan terhadap kaum komunis ( 1946 ), kemudian melakukan pembunuhan terhadap al-Banna ( 1949 ) setelah setahun sebelumnya melarang aktivitas kelompok ini. 

Pergolakan ini terus berlanjut setelah tahun 1952 meletus revolosi yang dimotori oleh Ahmad Husain, tokoh partai sosialis. Beberapa bulan kemudian, pada tahun yang sama, sekelompok perwira muda yang dikenal dengan Free Officers yang dikomandoi Muhammad Najib mengambil kesempatan dengan melakukan kudeta terhadap raja Faruq, saat situasi tidak dapat dikendalikan.Saat pengambilalihan kekuasaan ini, Najib sebenarnya menggandeng Ikhwan al - Muslimin yang mempunyai basis kuat dikalangan masyarakat bawah. Akan tetapi, setelah ia menjadi presiden dengan Gamal Abdul Naser sebagai Perdana Menteri, Najib menendang Ikhwanul Muslimin karena menganggap bahwa kelompok ini sangat berbahaya terhadap kelangsungan kekuasaannya.

Dari sisi pemikiran, ada tiga kelompok pemikiran yang berbeda dan bersaing saat itu : 
  1. Kelompok yang cenderung pada Islam ( the Islamic trend ) yang diwakili oleh al-Banna dengan Ikhwanul Muslimin - nya. 
  2. Kelompok yang cenderung pada pemikiran bebas dan rasional ( the rasional scientific and liberal trend ) yang diwakili oleh, antara lain, Luthfi al - Sayyid dan para emigran Syiria yang lari ke Mesir. Dasar pemikiran kelompok ini bukan Islam tetapi peradaban Barat dengan prestasi - prestasinya. 
  3. Kelompok yang berusaha memadukan Islam dan Barat ( the syntetic trend ) yang diwakili oleh `Ali `Abdul Raziq ( 1966 ).
Dalam menghadapi tantangan modernitas dan leberalisme politik, kelompok pertama dan kebanyakan ulama konservatif menganggap bahwa politik Barat tidak bisa diterapkan di Mesir, bid’ah. Pengadopsian sistem politik Barat oleh pemerintah Mesir berarti pengingkaran terhadap nilai - nilai Islam. Sebaliknya, kelompok kedua yang kebanyakan para sarjana didikan Barat menganggap bahwa jika Mesir ingin maju, ia harus menerapkan sistem Barat. Mereka menganggap bahwa ulama adalah kendala modernisasi, bahkan penyebab keterbelakangan Mesir dalam sosial politik dan ekonomi.

Pemikiran dan gerakan kelompok kedua ini banyak mendapat dukungan dari pemerintah, sehingga dalam hal tertentu mereka berhasil mencanangkan program - programnya. Dukungan ini dikarenakan adanya keinginan pemerintah untuk memperluas perannya dalam berbagai sektor kehidupan, disamping semakin dominannya pengaruh Barat pada Mesir.

Hanafi sendiri tidak begitu setuju dengan gagasan-gagasan kelompok pemikiran diatas, meski pada awal karier intelektualnya pernah berfihak pada kelompok pertama. Tetapi, pemikirannya mengalami proses dengan banyak dipengaruhi oleh kelompok dua dan ketiga, terutama setelah belajar di Perancis. Walhasil, bangunan pemikirannya terbangun lewat situasi gerak pemikiran di Mesir dan di Perancis.

DAFTAR PUSTAKA
  • http://www.scribd.com/doc/4363495/Rekonstruksi-Teologi-Hasan-Hanafi
Category:

0 komentar:

:10 :11 :12 :13 :14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21 :22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29 :30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37 :38 :39

Poskan Komentar

Komentar anda sangat penting bagi kami, silahkan berkomentar sesuai dengan isi judul postingan. Komentar yang berbau sara atau pornografi akan kami hapus. Buatlah diri anda senyaman mungkin di blog kami. Terimakasih..!