Top 10 JOESAFIRA blog dalam 7 hari ..


Apa itu Neobux? Klik Disini

Askep Pasien Cholelotiatis
ASUHAN KEPERAWATAN
PASIEN DENGAN CHOLELOTIASIS / BATU EMPEDU

Pengkajian

1. Aktivitas dan istirahat :
  • subyektif : kelemahan
  • Obyektif : kelelahan
2. Sirkulasi :
  • Obyektif : Takikardia, Diaphoresis
3. Eliminasi :
  • Subektif : Perubahan pada warna urine dan feces
  • Obyektif : Distensi abdomen, teraba massa di abdomen atas/quadran kanan atas, urine pekat.

4. Makan / minum (cairan) :

a. Subyektif : Anoreksia, Nausea/vomit.
  • Tidak ada toleransi makanan lunak dan mengandung gas.
  • Regurgitasi ulang, eruption, flatunasi.
  • Rasa seperti terbakar pada epigastrik (heart burn).
  • Ada peristaltik, kembung dan dyspepsia.
b. Obyektif :
  • Kegemukan.
  • Kehilangan berat badan (kurus).
5. Nyeri/ Kenyamanan :

a. Subyektif :
  • Nyeri abdomen menjalar ke punggung sampai ke bahu.
  • Nyeri apigastrium setelah makan.
  • Nyeri tiba-tiba dan mencapai puncak setelah 30 menit.
b. Obyektif :
  • Cenderung teraba lembut pada klelitiasis, teraba otot meregang /kaku hal ini dilakukan pada pemeriksaan RUQ dan menunjukan tanda marfin (+).
6. Respirasi :
  • Obyektif : Pernafasan panjang, pernafasan pendek, nafas dangkal, rasa tak nyaman.
7. Keamanan :
  • Obyektif : demam menggigil, Jundice, kulit kering dan pruritus , cenderung perdarahan ( defisiensi Vit K ).
8. Belajar mengajar :
  • Obyektif : Pada keluarga juga pada kehamilan cenderung mengalami batu kandung empedu. Juga pada riwayat DM dan gangguan / peradangan pada saluran cerna bagian bawah.
Dioagnosa Keperawatan

1. Pola nafas tidak efektif sehubungan dengan nyeri, kerusakan otot, kelemahan/ kelelahan, ditandai dengan :
  • Takipneu
  • Perubahan pernafasan
  • Penurunan vital kapasitas.
  • Pernafasan tambahan
  • Batuk terus menerus
2. Potensial Kekurangan cairan sehubungan dengan :
  • Kehilangan cairan dari nasogastrik.
  • Muntah.
  • Pembatasan intake
  • Gangguan koagulasi, contoh : protrombon menurun, waktu beku lama.
3. Penurunan integritas kulit/jaringan sehubungan dengan
  • Pemasanagan drainase T Tube.
  • Perubahan metabolisme.
  • Pengaruh bahan kimia (empedu)
ditandai dengan :
  • adanya gangguan kulit.
4. Kurangnya pengetahuan tentang prognosa dan kebutuhan pengobatan, sehubugan dengan :
  • Menanyakan kembali tentang imformasi.
  • Mis Interpretasi imformasi.
  • Belum/tidak kenal dengan sumber imformasi.
ditandai dengan :
  • pernyataan yang salah.
  • permintaan terhadap informasi.
  • Tidak mengikuti instruksi.
Daftar Pustaka
  • Soeparman, Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II, Balai Penerbit FKUI 1990, Jakarta, P: 586-588.
  • Sylvia Anderson Price, Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Alih Bahasa AdiDharma, Edisi II.P: 329-330.
  • Marllyn E. Doengoes, Nursing Care Plan, Fa. Davis Company, Philadelpia, 1993.P: 523-536.
  • D.D.Ignatavicius dan M.V.Bayne, Medical Surgical Nursing, A Nursing Process Approach, W. B. Saunders Company, Philadelpia, 1991.
  • Sutrisna Himawan, 1994, Pathologi (kumpulan kuliah), FKUI, Jakarta 250 - 251.
  • Mackenna & R. Kallander, 1990, Illustrated Physiologi, fifth edition, Churchill Livingstone, Melborne : 74 - 76.
  • http://yoedhasflyingdutchman.blogspot.com/2010/04/asuhan-keperawatan-pasien-dengan_9919.html
    Category:

    0 komentar:

    :10 :11 :12 :13 :14 :15 :16 :17
    :18 :19 :20 :21 :22 :23 :24 :25
    :26 :27 :28 :29 :30 :31 :32 :33
    :34 :35 :36 :37 :38 :39

    Poskan Komentar

    Komentar anda sangat penting bagi kami, silahkan berkomentar sesuai dengan isi judul postingan. Komentar yang berbau sara atau pornografi akan kami hapus. Buatlah diri anda senyaman mungkin di blog kami. Terimakasih..!