Top 10 JOESAFIRA blog dalam 7 hari ..


Apa itu Neobux? Klik Disini

Askep Pasien Gagal Ginjal Kronis (GGK)
ASUHAN KEPERAWATAN
PASIEN DENGAN GAGAL GINJAL KRONIS

1. Pengkajian

a. Aktifitas /istirahat
Gejala:
  • kelelahan ekstrem, kelemahan malaise
  • Gangguan tidur (insomnis/gelisah atau somnolen)
Tanda:
  • Kelemahan otot, kehilangan tonus, penurunan rentang gerak
b. Sirkulasi
Gejala:
  • Riwayat hipertensi lama atau berat
  • Palpitasi, nyeri dada (angina)
Tanda:
  • Hipertensi, nadi kuat, edema jaringan umum dan piting pada kaki, telapak tangan
  • Disritmia jantung
  • Nadi lemahhalus, hipotensi ortostatik
  • Friction rub perikardial
  • Pucat pada kulit
  • Kecenderungan perdarahan
c. Integritas ego
Gejala:
  • Faktor stress contoh finansial, hubungan dengan orang lain
  • Perasaan tak berdaya, tak ada harapan, tak ada kekakuan
Tanda:
  • Menolak, ansietas, takut, marah , mudah terangsang, perubahan kepribadian
d. Eliminasi
Gejala:
  • Penurunan frekuensi urin, oliguria, anuria ( gagal tahap lanjut)
  • Abdomen kembung, diare, atau konstipasi
Tanda:
  • Perubahan warna urin, contoh kuning pekat, merah, coklat, berawan
  • Oliguria, dapat menjadi anuria
e. Makanan/cairan
Gejala:
  • Peningkatan BB cepat (edema), penurunan BB (malnutrisi)
  • Anoreksia, nyeri ulu hati, mual/muntah, rasa metalik tak sedap pada mulut ( pernafasan amonia)
Tanda:
  • Distensi abdomen/ansietas, pembesaran hati (tahap akhir)
  • Perubahan turgor kuit/kelembaban
  • Edema (umum,tergantung)
  • Ulserasi gusi, perdarahan gusi/lidah
  • Penurunan otot, penurunan lemak subkutan, penampilan tak bertenaga
f. Neurosensori
Gejala:
  • Sakit kepala, penglihatan kabur
  • Kram otot/kejang, sindrom kaki gelisah, kebas rasa terbakar pada telapak kaki
  • Kebas/kesemutan dan kelemahan khususnya ekstrimitasbawah (neuropati perifer)
Tanda:
  • Gangguan status mental, contohnya penurunan lapang perhatian, ketidakmampuan konsentrasi, kehilangan memori, kacau, penurunan tingkat kesadaran, stupor, koma
  • Kejang, fasikulasi otot, aktivitas kejang
  • Rambut tipis, uku rapuh dan tipis
g. Nyeri/kenyamanan
Gejala:
  • Nyei panggu, sakit kepala,kram otot/nyeri kaki
Tanda:
  • Perilaku berhati-hati/distraksi, gelisah
h. Pernapasan
Gejala:
  • Nafas pendek, dispnea nokturnal paroksismal, batuk dengan/tanpa Sputum
Tanda:
  • Takipnea, dispnea, pernapasan kusmaul
  • Batuk produktif dengan sputum merah muda encer (edema paru)
i. keamanan
Gejala: 
  • Kulit gatal, ada/berulangnya infeksi
Tanda:
  • Pruritus
  • Demam (sepsis, dehidrasi)
j. Seksualitas
Gejala: 
  • Penurunan libido, amenorea,infertilitas
k. Interaksi sosial
Gejala:
  • Kesulitan menurunkan kondisi, contoh tak mampu bekerja, mempertahankan fungsi peran dalam keluarga
l. Penyuluhan
  • Riwayat DM keluarga (resti GGK), penyakit pokikistik, nefritis herediter, kalkulus urinaria
  • Riwayat terpajan pada toksin, contoh obat, racun lingkungan
  • Penggunaan antibiotik nr\efrotoksik saat ini/berulang
(Doenges, E Marilynn, 2000, hal 626- 628)

2. Diagnosa Keperawatan
  • Kelebihan volume cairan b.d penurunan kemampuan ginjal untuk mengeluarkan air dan menahan natrium
  • Perubahan nutrisi ; kurang dari kebutuhan tubuh b.d anoreksia, mual dan muntah
  • Intoleransi aktifitas b.d anemia, oksigenasi jaringan tidak adekuat
  • Perubahan integritas kulit b.d uremia, edema
  • Resiko terhadap infeksi b.d depresi sistem imun, anemia
  • Kurang pengetahun b.d kurangnya informasi tentang proses penyakit, gagal ginjal, perawatan dirumah dan instruksi evaluasi
3. Intervensi Keperawatan

a. Kelebihan volume cairan b.d penurunan kemampuan ginjal untuk mengeluarkan air dan menahan natrium
Hasil yang diharapkan:
  • Masukan dan haluaran seimbang
  • Berat badan stabil
  • Bunyi nafas dan jantung normal
  • Elektrolit dalam batas normal
Intervensi:
  • Pantau balance cairan/24 jam
  • Timbang BB harian
  • Pantau peningkatan tekanan darah
  • Monitor elektrolit darah
  • Kaji edema perifer dan distensi vena leher
  • Batasi masukan cairan
b. Perubahan nutrisi ; kurang dari kebutuhan tubuh b.d anoreksia, mual dan muntah
Hasil yang diharapkan:
  • Pasien dapat mempertahankan status nutrisi yang adekuat yang dibuktikan dengan BB dalam batas normal, albumin, dalam batas normal
Intervensi:
  • Kaji status nutrisi
  • Kaji pola diet nutrisi
  • Kaji faktor yang berperan dalam merubah masukan nutrisi
  • Menyediakan makanan kesukaan pasien dalam batas-batas diet
  • Anjurkan cemilan tinggi kalori, rendah protein, rendah natrium diantara waktu makan
  • Ciptakan lingkungan yang menyenangkan selama makan
  • Timbang berat badan harian
  • Kaji bukti adanya masukan protein yang tidak adekuat
c. Intoleransi aktifitas b.d anemia, oksigenasi jaringan tidak adekuat
Hasil yang diharapkan;
  • Pasien mendemonstrasikan peningkatan aktivitas yang dibuktikan dengan pengungkapan tentang berkurangnya kelemahan dan dapat beristirahat secara cukup dan mampu melakuakan kembali aktivitas sehari-hari yang memungkinkan
Intervensi:
  • Kaji faktor yang menimbulkan keletihan
  • Tingkatkan kemandirian dalam aktifitas perawatan diri yang dapat ditoleransi, bantu jika keletihan terjadi
  • Anjurkan aktifitas alternatif sambil istirahat
  • Anjurkan untuk beristirahat setelah dialisis
  • Beri semangat untuk mencapai kemajuan aktivitas bertahap yang dapat ditoleransi
  • Kaji respon pasien untuk peningkatan aktivitas
d. Perubahan integritas kulit b.d uremia, edema
Hasil yang diharapkan:
  • Kulit hangat, kering dan utuh, turgor baik
  • Pasien mengatakan tak ada pruritus
Intervensi:
  • Kaji kulit dari kemerahan, kerusakan, memar, turgor dan suhu
  • Jaga kulit tetap kering dan bersih
  • Beri perawatan kulit dengan lotion untuk menghindari kekeringanBantu pasien untuk mengubah posisi tiap 2 jam jika pasien tirah baring
  • Beri pelindung pada tumit dan siku
  • Tangani area edema dengan hati-hati
  • Pertahankan linen bebas dari lipatan
e. Resiko terhadap infeksi b.d depresi sistem imun, anemia
Hasil yang diharapkan:
  • Pasien tetap terbeba dari infeksi lokal maupun sitemik dibuktikan dengan tidak ada pana/demam atau leukositosis, kultur urin, tidak ada inflamasi
Intervensi:
  • Pantau dan laporkan tanda-tanda infeksi seperti demam,leukositosis, urin keruh, kemerahan, bengkak
  • Pantau TTV
  • Gunakan tehnik cuci tangan yang baik dan ajarkanpada pasien
  • Pertahankan integritas kulit dan mukosa dengan memberiakan perawatan kulit yang baik dan hgiene oral
  • Jangan anjurkan kontak dengan orang yang terinfeksi
  • Pertahankan nutrisi yang adekuat
f. Kurang pengetahun b.d kurangnya informasi tentang proses penyakit, gagal ginjal, perawatan dirumah dan instruksi evaluasi
Hasil yang diharapkan:
  • Pasien dan orang terdekat dapat mengungkapkan, mengerti tentang gagal ginjal, batasan diet dan cairan dan rencana kontrol, mengukur pemasukan dan haluaran urin.
Intervensi:
  • Instruksikan pasien untuk makan makanan tinggi karbohidrat, rendah protein, rendah natrium sesuai pesanan dan hindari makanan yang rendah garam
  • Ajarkan jumah cairan yang harus diminum sepanjang hari
  • Ajarkan pentingnya dan instrusikan pasien untuk mengukur dan mencatat karakter semua haluaran (urin, muntah)
  • Ajarkan nama obat,dosis, jadwal,tujuan serta efek samping
  • Ajarkan pentignya rawat jalan terus menerus
Category:

0 komentar:

:10 :11 :12 :13 :14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21 :22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29 :30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37 :38 :39

Poskan Komentar

Komentar anda sangat penting bagi kami, silahkan berkomentar sesuai dengan isi judul postingan. Komentar yang berbau sara atau pornografi akan kami hapus. Buatlah diri anda senyaman mungkin di blog kami. Terimakasih..!